TINTIN & CO

TINTIN & CO.

Oleh: Michael Farr

Egmont/

Moulinsart

,

UK

, 2007

ISBN 978-1-4052-3264-7

 

Ditulis oleh Michael Farr dalam rangka menyambut 100 tahun
lahirnya Herge, pengarang dan pencipta Tintin. Bagi mereka yang sudah membaca
bukunya yang lain, Tintin: The Complete Companion, sebaiknya memiliki atau
membaca buku ini. Jika dalam Tintin: The Complete Companion berfokus pada kisah
dibalik setiap pembuatan komik Tintin, diselingi biografi Herge, maka dalam
Tintin & Co. Farr berkonsentrasi pada beberapa tokoh utamanya.

 

Sepanjang 129
halaman Farr memperkenalkan satu per satu tokoh rekaan Herge. Semakin dibaca,
semakin kita menyadari banyak hal baru yang didapat dari buku ini. Walau Tintin
selalu ditemani anjing setianya Snowy, pada kenyataannya Herge tidak pernah
memelihara anjing dalam kehidupannya. Ia lebih sebagai penggemar kucing. Snowy
adalah anjing yang tidak kenal takut pada binatang lain, kecuali laba-laba
(Rahasia Pulau Hitam). Kapten Haddock yang terkenal itupun terlahir dengan
sedikit bantuan sahabat Herge, Edgar Jacobs (kelak akan berkarir dengan serial
Blake & Mortimer). Perubahan karakter Haddock juga sudah direncanakan,
seperti yang sempat kita lihat dalam sketsa judul komik terakhir yang tak
sempat diselesaikan, Tintin & Alph-Art. Herge wafat sebelum sempat
menyelesaikannya.

 

Calculus,
profesor eksentrik dengan gangguan pendengarannya, merupakan penyempurnaan
berbagai karakter ilmuwan dalam berbagai petualangan Tintin sebelum
kehadirannya di Harta Karun Rackham Merah.
Bianca Castafiore, sang biduanita dari Milan,
sangat terinspirasi penyanyi opera terkenal pada masanya, Maria Callas. Begitu
pula dengan smash-hit nya The Jewel Song, yang memang menjadi lagu primadonna
bagi kebanyakan biduan masa itu.

 

Terkadang kita
sering melupakan Jolyon Wagg, sang penjual asuransi yang kerapkali menyebalkan
dan sangat persuasif. Disini kita bisa mengetahui betapa Herge sangat sebal
dengan para agen asuransi dan mendedikasikan Wagg kepada mereka. Masih ada lagi
Muller, Alcazar, dan tak ketinggalan, Rastapopoulos, yang kelak akan kembali
lagi pada Alph-Art sebagai penentu hidup-matinya Tintin di panel terakhir yang
tak terselesaikan.

 

Buku ini juga
dipenuhi dengan berbagai panel yang diambil dari komik, sketsa, dan foto-foto
referensi yang pernah digunakan Herge. Pendek kata, buku ini wajib punya bagi para
pecinta Tintin.

Leave a Reply