JAKJAZZ 2007 part 2

Minggu, 25 Nov 2007, adalah hari terakhir JakJazz 2007. Masih lelah karena reuni SMA malam sebelumnya. Malam itu saya tiba di rumah mendekati adzan subuh! Rasanya ingin kembali memeluk bantal…..

Seperti biasa suasana Istora Senayan mulai meriah di sore hari itu. Panggung Garden Stage sudah menampilkan artisnya, dan penonton memenuhi halaman teduh. Saya menyambangi merchandise booth dan menemukan satu lagi CD Satoru Shionoya yang terbaru, Eartheory. Langsung saja saya beli, dan setelah itu menyadari tidak banyak uang tersisa di dompet. Saya harus menghemat malam ini. Jika tidak, saya tidak punya uang untuk pulang ke Bogor.

Seperti biasa pula, saya mampir ke media center dan kali ini kembali bertemu Gideon dan Yuri. Saya dan Gideon sangat bergembira mendapati kami masing-masing mengenakan tshirt Genesis. Kehadiran di JakJazz semata-mata karena tugas, tapi hati kami tetap saja rock=). Melihat barisan internet sedang kosong, saya pun mengaksesnya dan mengunduh lagu I Need Your Love dari Lonnie Liston Smith yang dikirim Yanti. Mengunduhnya di rumah selalu terbentur koneksi yang lambat. Sementara di media center ini, saya menyelesaikan file sebesar 5 MG dalam waktu 3 menit saja!

Di panggung utama Monday Michiru sedang beraksi, setelah dua kali menyaksikannya pada JakJazz 2006, rasanya kali ini saya absen dulu. Kul Kul, band jazz etnik Bali, sudah menunjukan kehebatannya di Big Stage. Saya menikmatinya sambil makan kebab. Senang menyaksikan Kul Kul tampil dengan 3 orang pemusik tradisional Bali. Nanti disini Tompi akan tampil, sementara Bali Lounge akan tampil di panggung sisi lain Istora Senayan. Bazzattack tampil di Garden Stage.

Melewati deretan booth media, saya berjumpa dengan Arsal, music director radio Trijaya. Kami melanjutkan pembicaraan beberapa minggu lalu tentang rencana produksi acara jazzytunes di radio Trijaya FM. Tak lama Beben bergabung ngobrol. Kebetulan ia juga akan diwawancara secara live oleh Trijaya FM. Berpapasan juga dengan Addo, teman semasa SMA dulu. Kami bertukar cerita tentang reuni SMA malam sebelumnya. Tak jauh dari tempat saya duduk, terdapat booth penjual aneka merchandise. Saya tertuju pada dua buah map plastik bergambar Tintin & Snowy di Bulan. Harganya Rp 45.000,-. Duh tidak jadi saya membelinya. Selain harganya, rasanya tidak terlalu penting mengkoleksi map plastik ini. Milik saya bergambar roket saja belum pernah digunakan.

Duduk berbalas sms dengan teman sungguh menyenangkan. Malam itu saya ber-sms ria dengan Liza, sahabat dekat yang tinggal di KL. Ia sangat iri tidak bisa hadir di JakJazz. Lalu ia mengajak untuk ngobrol lebih gampang di internet. Saya segera menuju media center. Namun tertahan karena bertemu seorang sahabat dekat lain yang juga kerabat dan sama-sama pernah bekerja di perusahaan yang sama, Hussein Sutadisastra. Kami ngobrol banyak, terutama seputar keluarga. Ketika Monday Michiru lewat, Hussein meminta tolong saya untuk memotretnya bersama Michiru.

Kebetulan ada PC nganggur, dan saya segera koneksi internet. Berbincang beberapa lama dengan Liza tentang banyak hal. Mulai dari seputar JakJazz, sampai hal lainnya. Chatting terpaksa dihentikan karena panitia JakJazz akan segera konferensi pers. Tak mungkin saya tidak hadir dan berchatting-ria. Lha wong ruang konferensi pers bersebelahan dengan meja saya.

Panitia (Tommy & Esther Maulana, anak2 Ireng Maulana) dan perwakilan Sampoerna, menyampaikan sambutannya. Mereka sangat berterima kasih dengan partisipasi media dan menyampaikan peningkatan mutu dan jumlah penonton dibanding tahun lalu. Usai acara ini, kami para wartawan tetap berjaga karena konferensi pers Kool & The Gang akan segera dimulai.

Hadir dengan 7-8 personil, Robert, Khallis dan George dengan senang menjawab setiap pertanyaan. Saya sempat menyodorkan sampul CD Salute To The Ladies (1995) yang sayangnya gagal di pasaran. Padahal ini adalah salah satu album terbaik mereka, IMHO, terutama disini JT Taylor reuni sebentar. Ketika saya memintakan tanda tangan, mereka sempat tersenyum dan mengatakan ini adalah album yang bagus. Mereka berterima kasih saya sudah memilikinya. Saya juga mengatakan bahwa ini adalah album favorit saya. Sayang saya tak sempat berfoto bersama dengan Kool & The Gang.

Usai konferensi pers, kembali saya berkeliling kompleks Istora. Saya bertemu dengan Andrew and Ade, pasangan yang sebenarnya teman saya di dunia komik dan film. Kebetulan juga Andrew adalah adik kelas semasa SMA. Jadi kami juga membicarakan suasana reuni SMA malam sebelumnya. Ketika waktu mendekati Kool & The Gang, saya pun menuju ke panggung utama.

Sempat tertahan memasuki ruangan, saya berhasil menyelinap diantara ribuan penonton dan mendapatkan posisi dekat panggung. Fresh menjadi lagu pembuka dan semua penonton langsung bergoyang. Take My Heart melanjutkan malam, namun sayang sempat ada gangguan suara. Suara Kool & The Gang hilang dari pendengaran! Cuma drum saja yang terdengar. Beruntung sekitar 2 menit, suasana kembali normal dan kami pun terus bergoyang. Kool & The Gang masih melanjutkan dengan Joanna, dua lagu dari album terbaru, Cherish, Hollywood Swinging, Jungle Boogie, Summer Madness, Open Sesame, hingga akhirnya tiba pada Let’s Go Dancing, Get Down On It, dan tentu saja lagu yang paling saya tunggu: Ladies Night! Buat info aja, album Ladies Night adalah kaset pertama yang saya beli, ketika itu tahun 1980. Kenangan lagu ini nyaris sepajang hidup saya.

Tidaklah berlebihan mengatakan malam itu menjadi milik Kool & The Gang. Sepanjang malam penonton tak henti-hentinya bergoyang, bernyanyi, melambaikan tangan dan melompat. Tidak hanya mereka yang berdiri di depan panggung. Tapi juga mereka yang duduk di tribun. Tak jauh dari tempat saya berdiri, nampak seorang wanita kulit hitam, ramping, dan sangat cantik. Wah tadinya saya kira hanya Halle Berry yang cantik. Ternyata masih ada yang lainnya.

Tak terasa malam sedemikian larut hingga Kool & The Gang menutupnya dengan Celebration. Ingin rasanya mereka bernyanyi terus. Para personil Kool & The Gang menyalami mereka semua di depan panggung dan melayani setiap permintaan tanda tangan. Ini berlangsung hingga 15 menit! Malam itu benar-benar menjadi malam yang indah dan pantas dikenang. Saat itu saya merindukan seseorang yang seharusnya bisa berbagi keceriaan bersama Kool & The Gang dan saya disini…..

Leave a Reply